Kajian Parenting

Montage dibuat Bloggif

Home Schooling, ya home schooling istilah ini udah familiar banget buat kita semua. Tapi sayangnya kebanyakkan orang masih berpikiran yang kalau home schooling itu ya mindahin sekolah ke rumah, padahal kan kenyataannya enggak kayak gitu. Terus masih banyak juga orang yang meragukan lulusan home schooling itu ke depannya entar kayak gimana, nah oleh karena itu saya di sini pengen mencoba sedikit berbagi apa itu homeschooling.

Home schooling sendiri lahir karena kekecewaan-kekecewaan orangtua di Eropa sekitar tahun 70an karena pendidikkan yang kok seakan-akan lebih memperhatikan kognitifnya saja, padahal kan enggak semua orang cerdas di kognitif,kalau kata Howard Gardner yang terkenal dengan teori kecerdasan majemuknya, jadi enggak bisa tuh menilai keberhasilan seorang anak hanya berdasarkan satu aspek saja.

Ya sekolah sekarang itu (khususnya di Indonesia) seakan-akan telah diseragamkan dengan suatu sitem yang memang mempersiapkan agar anak menjadi seorang saintis. Anak yang pinter itu ya anak-anak yang jago matematika dan IPA, sedangkan untuk pelajaran yang lainnya seakan-akan dipandang sebelah mata seperti kesenian dan olahraga misalnya.

Sekolah TK aja sekarang udah dicreate agar anak bisa melakukan ini-itu, matematika dan bahasa asing misalnya,padahal kan namanya juga Taman Kanak-kanak, mbo ya anak-anak seusia segitu kan masih butuh mengeksplore ini-itu. Pikirannya masih abstrak dan belum kongkrit lha ini diajarin yang emang ngawang banget anak enggak punya meaning atas apa yang ia pelajari. Masih inget dong lagu waktu TK “Tangan ke atas tangan kesamping, tangan ke depan duduk yang manis. Tangannya di lipat, mulutnya di kunci, kuncinya di buang” hayo masih inget kan. Nah, secara enggak langsung anak yang lagi seru-serunya nanya ini itu jadi enggak berani nanya-nanya lagi, karena toh suasana belajar yang baik itu yang hening enggak ribut, dan anak yang manis dan baik adalah anak yang enggak rewel banyak nanya dan duduk secara pasif. Sebaliknya kalau banyak nanya dan gak bisa diem pasti di cap anak nakal. Lantas bukankah dengan cara seperti itu secara perlahan telah membunuh insting anak untuk belajar dan mengetahui banyak hal hingga mengantarkan ia menjadi longlife learner. Makanya jangan heran jika semakin bertambahnya usia sekolah, akan sangat sedikit sekali murid yang bertanya di dalam kelas, karena ya dengan anggapan itu tadi kalau nanya berarti bodoh dan itu merupakan suatu hal yang memalukan.

Masuk sekolah penderitaan anak tidak berhenti sampai di situ, apalagi ketika anak dimasukkan ke sekolah plus atau Islam yang biasanya menambahkan begitu banyak mata pelajaran di luar mata pelajaran yang diampu Depdiknas. Anak di kondisikan dengan hapalan-hapalan begitu banyak tanpa anak benar-benar dibuat paham apa sih meaning dan value dari apa yang ia pelajari dan kenapa ia harus hapal. Kesuksesan mata pelajaran ya dinilai dari seberapa tinggi nilai ujian anak, bukan dari seberapa besar ia telah terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu lah mengapa rasanya kini sulit sekali membedakan mana output dari sekolah Islam dan bukan, karena toh kebanyakkan juga ya hasilnya nggak beda jauh.

Saya jadi berpikir kalau terus-terusan sistem pendidikkan yang diterapkan di negara ini terus saja seperti ini, ya saya kok jadi berpikir udahlah anak saya entar homeschooling saja. Saya enggak mau insting belajar anak saya mati sehingga ia (motivasi belajarnya) hanya karena kejar nilai tanpa paham meaning and valuenya seperti apa.

Nah, homeschooling sendiri banyak jenisnya dan yang udah terkenal itu HSKS (Home Schooling Kak Seto) yang telah tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Kalau di analisis sebenernya HSKS enggak beda jauh sama sekolah biasa cuma HSKS karena bentuknya komunitas jadi ya ada kelasnya juga kayak sekolah umum cuma bedanya di HSKS enggak pake seragam dan biasanya satu kelas itu jumlahnya cuma lima orang jadi setiap guru dapat dengan mudah memantau perkembangan setiap siswa, dan menariknya HSKS ini masuknya siang jadi enggak ada tuh alesan masih ngantuk pas masuk kelas. Kurikulum HSKS disesuaikan dengan Depdiknas tentunya dengan beberapa modifikasi, dan satu hari di HSKS cuma satu mata pelajaran jadi anak benar-benar fokus atas apa yang ia pelajari.

Nah tapi model yang ini enggak begitu saya suka. Ada juga homeschooling Ayah Edy yang sepengetahuan saya itu lebih menekankan kepada apa yang menjadi kelebihan anak, jadi anak hanya fokus pada minatnya saja. Kalau saya pikir dengan fokus pada kelebihan anak justru akan cepat mengantarkan anak pada kesuksesan, karena apa yang ia pelajari dia enjoy ngejalaninnya toh itu minat dia, dan intinya anak punya motivasi besar sehingga ilmu yang ia pelajari benar-benar mengandung meaning and value.

Pertanyaannya sekarang emangnya anak home schooling bisa sukses? Toh pada kenyataannya di negara kita izasah itu segalanya, terus gimana kalau mau melanjutkan ke perguruan tinggi, PTN misalnya. Jangan cemas, karena ternyata pemerintah udah punya UU mengenai homeschooling ini, jadi gak usah khawatir karena bukan lulusan sekolah biasa. Sedikit cerita dosen saya anak pertamanya homeschooling terus dia ngelanjuttin S1 nya di hukum UI hingga S2 dan S3 dia nerusin di Amerika dan sekarang bekerja di perusahaan besar Amerika. So homeschooling udah enggak diragukan lagi. Ketika anak ikut homeschooling itu pilihan setelah lulusnya dua, apakah ia mau lanjut ke pendidikkan yang katakanlah seperti Pergutuan Tinggi, nah ujiannya tinggal ikut ujian persamaan dengan sekolah formal lainnya, hanya ya itu izasah anak homeschooling izasah persamaan. Beberapa PTN seperti UI mengakui kok lulusan homeschooling.

Saya ada beberapa cerita keberhasilan anak yang ternyata memilih untuk berhenti sekolah formalnya. Saya mendapat kisah ini dari talkshow Ayah Edy di Smart FM.

Ceritanya ada anak laki-laki usianya SD kelas lima apa enam (saya lupa) tiba-tiba dia mogok sekolahnya. Orangtuanya bingung kok mogok sekolah, memangnya mau jadi apa kalau mogok sekolah. Tapi anaknya bersikeras tidak mau sekolah dan tidak mau menjelaskan apa yang membuat dia mogok sekolah. Akhirnya orangtuanya bingung dan menghubungi Ayah Edy, Ayah Edy melakukan pendekattan-pendekattan dengan kalimat pembuka “Sekolah itu tidak penting, yang terpenting adalah mimpi. Tidak apa-apa kamu tidak sekolah asalkan kamu punya mimpi,kalau enggak punya mimpi mendingan mati aja. Nah sekarang apa mimpi kamu?” akhirnya anaknya cerita kalau dia merasa bosan di sekolah karena pelajarannya tidak ia suka dan ia bercita-cita untuk menjadi seorang pemain piano klasik. Singkat cerita Ayah Edy memberitahukan hasil berbincangan tersebut kepada ayahnya. Awalnya ayahnya kaget, lha mau jadi apa kalau tidak sekolah. Tapi ayah Edy menasihati, hingga akhirnya ayahnya luluh juga dan secara resmi mengeluarkan anaknya dari sekolah formal dan memasukkan anaknya ke sekolah musik.

Ternyata memang betul, anak tersebut bakatnya memang di musik. Dalam waktu beberapa bulan dia dengan begitu cepat menguasai beberapa musik klasik yang memang butuh kemampuan tingkat tinggi, hingga gurunya memindahkan anak itu ke kelas yang isi kelasnya kebanyakkan orang dewasa. Karena kemampuannya yang luar biasa ini lah gurunya mengusulkan agar anak tersebut dibuatkan konser tunggal, hingga karena konser tersebut mengantarkan anak tersebut meraih penghargaan Muri sebagai pianis termuda dengan memainkan (kalau tidak salah) 5 lagu yang memang benar-benar sulit, dan kemampuan ini mengantarkan salah satu sekolah musik ternama di Australia menawarkan beasiswa penuh plus dengan biaya hidup. Kini anak tersebut sekolah di sekolah musik Australia tersebut. Candaan Ayah Edy waktu itu, takutnya nanti sudah besar anak tersebut lupa pulang ke Indonesia dan menjadi warga negara di sana.

Yang tidak kalah menarik adalah, seorang anak perempuan yang sekolah di salah satu SMA Internasional, dan lagi-lagi ia mogok sekolah. Jadi ceritanya anak tersebut pengen jadi seorang dancer, otomatis kedua orangtuanya yang bergelah PhD kagetnya bukan main, secara dancer apa coba yang mau dibanggain, tapi lagi-lagi anaknya ngotot. Begitupun Ayah edy yang enggak kalah kagetnya, keluarga dia semuanya terpelajar lha ini masa mau jadi dancer, hingga ayah Edy ngasih tantangan, ok kamu kalau mau jadi dancer ayah pengen lihat kamu menari, nanti kamu buat vidionya nanti ayah lihat. Dan ketika Ayah Edy melihat vidionya ayah Edy melihat bahwa anan ini benar-benar berbakat. DEngan perbincangan dan sedkit nasihat dari Ayah Edy, akhirnya keluarganya luluh juga dan lebih menuruti apa kemampuan anak untuk sekolah dancer, dan sekarang anak tersebut sekolah di salah satu sekolah dancer Eropa ternama dan masuk ke dalam 10 dancer muda dunia yang berbakat.

Nah kalau yang ini dia emang homeschooling. Jadi ceritanya ia fine-fine aja sih sebenernya sama sekolah formalnya, nilainya juga bagus-bagus tapi ya itu tiba-tiba dia jadi seorang yang berprikebadian egois. Sepulang sekolah marah-marah mulu singkat kata jadi orang yang emosian lah. Ayah nya bingung atas perubahan sikap anaknya ini dan menghubungi Ayah Edy yang kebetulan merupakan tetangga dekat rumah. Setelah melakukan perbincangan kecil antara Ayah Edy dan anak tersebut, ditariklah kesimpulan kalau anaknya tidak mau melanjutkan pendidikkan formalnya, dan dengan berat hati ayahnya mengeluarkan anaknya dari sekolah formal.

Minat anak tersebut pada bidang otomotif dan elektronik lebih spesifiknya sepeda motor, hingga sekarang ia benar-benar mendalami minatnya ini dan mulai merancang model-model sepeda motor.Ikut pelatihan ini-itu hingga sekarang kabarnya ada dua orang profesor dari Jepang yang menawari beasiswa full untuk melanjutkan studi di negri Sakura.

Tidak, saya tidak berusaha mengompori bahwa sekolah konvensional kini begitu buruk dan yang terbaik adalah homeschooling. Homeschooling merupakan sekolah alternatif jika Anda merasa sekolah formal memang dirasa tidak cocok dengan tumbuh kembang anak Anda. Hanya saja saya berpikir bahwa untuk apa keluar banyak uang dan tenaga untuk sesuatu hal yang ternyata belum tentu mengantarkan anak pada potensi yang sebenarnya. Dengan menyadari apa potensi anak lebih awal dan memang hanya fokus pada titik tersebut tentunya akan semakin cepat mengantarkan anak pada kesuksesan yang tentunya bukan hanya kesuksesan tapi kebahagiaan karena ia berada di jalannya. Saya percaya ketika anak memiliki motivasi tinggi untuk belajar mengenai suatu hal maka tentunya ia akan menjalankan studinya dengan sungguh-sungguh karena toh apa yang ia pelajari punya meaning and value tersendiri. Kalau inget kata-kata dosen saya seharusnya ketika Anda telah lulus sebagai sarjana Anda dapat membiayai hidup Anda dengan ilmu yang Anda punya, tapi kan permasalahannya sekarang angka pengangguran sarjana begitu tinggi, hal ini menandakan bahwa ternyata ilmu yang Anda pelajari untuk meraih gelar sarjana itu tidak memiliki meaning and value bagi Anda toh pada kenyataannya Anda bingung dengan implementasinya, jadi koreksi lagi apakah Anda belajar hanya untuk sebuah nilai dan gelar sarjana?.

Continue reading

indahnya bersama Alquran

download KEAGUNGAN AL-QUR’AN

Muqaddimah

Segala puji hanya milik Allah, kami memuji, meminta pertolongan, memohon ampun dan

bertaubat kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan jiwa jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka tak ada seorangp un yang dapat menyesatkan jalannya dan barangsiapa yang telah disesatkan -Nya, maka tiada seorangpun yang mampu memberikan petunjuk kepadanya. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya brsaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan tuusan -Nya. Semoga shalawat dan salam serta berkah Allah senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, dan sahabat-sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka hingga akhir zaman.

Urgensi Pembahasan ini

Sesungguhnya Al Qur’an itu adalah kitab yang tiada keraguan sedikitpun di dalamnya dan tidak ada kekurangan yang menodai kesempurnaannya. Ini merupakan ruh bagi umat Islam, yang padanya bertumpu kehidupan, kemuliaan dan keluh uran umat. Allah berfirman kepada Nabi-Nya Muhammad :
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (al-Qur’an) dengan perintah Kami.Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. 42:52).

Continue reading

indahnya alam semesta

IMG_20151226_180207 Saudaraku sesama muslim, ingin kami (penulis) bertanya kepada antum (sidang pembaca) bahwa pernahkah anda menyaksikan, melihat, memandang ketika fajar menyingsing dini hari? Kemudian matahari pagipun terbit diiringi bunyi margasatwa yang saling bersahutan.Direlung hati kita yang paling dalam perasaan nyaman pun muncul perlahan tetapi pasti seperti pastinya muncul sang surya, si matahari pagi setelah proses fajar kizif berlalu dan terlebih lagi indahnya pemandangan alam manakala matahari tebenam disore hari. Apalagi kita melihat proses terbitnya matahari dan tenggelamnya itu dari tempat yang tinggi diatas tanah yang luas, lapang, datar tanpa bebatuan atau ditepi lautan sebuah pantai. Subhanallah! Kita terpesona.
Saudaraku, kemudian perhatikan dimalam hari berjuta bintang bertebaran diangkasa. Kemudian pandanglah pula bulan purnama yang sinarnya terang benderang menyinari bumi. Pandang juga gunung-gunung yang tinggi menjulang, jurang-jurang yang curam, pohon-pohon besar yang rimbun serta sawah ladang yang hijau subur dan bukankah udara pun terasa amat sejuk? Betapa indahnya pemandangan alam, betapa indahnya Indonesia tanah air kelahiran kita, betapa indahnya bumi dan langit dan apa yang berada diantaranya.
Saudaraku, bukankah keindahan dan kehebatan alam itu menunjukkan betapa Agung-Nya Tuhan yang menciptakannya? Begitu pula betapa besar kekuasaan Tuhan yang mengatur dan memeliharanya? Saudaraku, memang bahwa dengan menikmati keindahan alam itu merupakan cara yang terbaik untuk mempercayai akan adanya Tuhan serta menyakini akan sifat-sifat kesempurnaan-Nya.
Saudaraku, setentang memperhatikan keindahan alam serta ajakan menyelidiki akan rahasianya, perhatikan Firman Allah SWT berikut ini : (Artinya) ”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di lautan membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah keringnya. Dia sebarkan dibumi itu segala jenis hewan, pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi bukti ke Esaan dan Kebesaran Allah bagi yang mau berfikir.” (QS. Al-Baqarah : 164). melanjutkan klik disini.

 

indahnya ukhuwah

IMG_20150717_072330 indahnya ukhuwah Ukhuwah Itu Indah Bila Karena Allah
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.
Di zaman yang penuh fitnah dan perpecahan seperti saat ini rasa ukhuwah (persaudaraan) menjadi sesuatu yang sangat mahal. Hanya karena mengejar kepentingan pribadi atau golongan seringkali ukhuwah disisihkan atau bahkan tidak digubris sama sekali. Disisi lain, sebagian orang memahami dan menerapkan ukhuwah dengan cara yang salah. Berdalih “menjaga ukhuwah” mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar. Berdalih “menghidari perpecahan” mereka tidak mau mengatakan yang haq dan mendiamkan sesuatu yang batil. Melalui tulisan ini penulis ingin mengulas secara singkat masalah ukhuwah. Semoga bermanfaat.
Dalil-Dalil Seputar Ukhuwah
Allah berfirman,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(QS Al Hujurat: 10)
Dalam ayat ini Allah meng-hashr /menekankan bahwa seolah-olah sifat orang mukmin itu adalah hanya bersaudara (padahal disana banyak sekali sifat kaum muslimin yang lainnya). Hal ini tidak lain menunjukkan bahwa sifat persaudaraan diantara kaum muslimin itu penting dan agung sekali. Pada ayat yang lain (yang banyak sekali jumlahnya) Allah sering mengandeng ayat ukhuwah dengan sesuatu yang besar seperti perperangan, pembunuhan dll. Diantaranya dalam masalah qishas Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالأُنثَى بِالأُنثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاء إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. (QS Al Baqarah: 178)
Dalam Hadist yang shahih disebutkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَدِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلَ الْجَسَدِالْوَاحِدِ ,إِذَااشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِوَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukminin dalam hal kecintaan, rahmat dan perasaan di antara mereka adalah bagai satu jasad. Kalau salah satu bagian darinya merintih kesakitan, maka seluruh bagian jasad akan ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam” [HR Muslim (2586)]. Dalam hadist lainnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya seperti sebuah bangunan, saling menguatkan satu dengan yang lainnya”. Beliau sambil menjalinkan jari-jemari beliau [HR Bukhari (6027), Muslim (2585)].

Ukhuwah Haruslah Karena Allah
Telah menjadi fitrah manusia untuk mencari sahabat atau saudara dalam mengarungi kehidupan ini. Orang yang baik bersahabat dengan yang baik dan orang yang buruk bersahabat dengan yang buruk pula. Namun persaudaraan yang haqiqi hanya dimiliki kaum muslimin, yaitu persaudaraan yang dilandasi keimanan atau sering disebut ukhuwah islamiah atau ukhuwah imaniyah. Persaudaraan yang lainnya akan sirna, bersamaan sirnanya keuntungan yang dicari. Bahkan, di akhirat kelak mereka akan menjadi musuh satu dengan yang lainnya. Allah berfirman,
الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (QS Az Zukhruf: 67)
Syaikh As Sa’di berkata dalam tafsirnya: “Sesungguhnya teman-teman dekat pada hari itu, yakni hari kiamat, yang bersahabat diatas kekufuran, kedustaan dan kemaksiatan kepada Allah maka sebagian dari mereka menjadi musuh sebagian yang lain. (Hal ini tidak lain) karena kasih sayang dan kecintaan diantara mereka di dunia bukan karena Allah maka di akhirat berubah menjadi permusuhan. Kecuali orang-orang yang bertaqwa (yang menjaga dirinya)dari kesyirikan dan kemaksiatan, maka kecintaan diantara mereka kekal dan bersambung (sampai akhirat) bersamaan dengan kekalnya kecintaan mereka karenaNya. “
Imam Baghawi membawakan sebuah riwayat dalam tafsirnya bahwa sahabat Ali bin Abi Thalib berkata tentang ayat diatas:
(Ada) dua orang sahabat karib yang beriman dan dua sahabat karib yang kafir. Tatkala meninggal salah seorang sahabat mukmin maka dia berkata: “Wahai Tuhan, sesungguhnya si fulan dahulu suka memerintahkanku untuk ta’at padamu dan ta’at pada RasulMu dan memerintahkan saya pada kebaikan dan mencegah saya dari keburukan dan mengabarkan kepada saya bahwa saya akan menemuiMu. Ya Tuhan janganlah Engkau menyesatkannya setelah kematianku dan berilah dia petunjuk sebagaimana Engkau memberiku petunjuk. Muliakan dia sebagaimana Engkau memuliakanku.” Jika telah diwafatkan sahabat mukminnya tersebut maka keduanya dikumpulkan. Maka salah satu diantara keduanya memuji sahabatnya dan mengatakan: “Sebaik-baik saudara, sebaik-baik kekasih, sebaik-baik sahabat.”
Berkata: Tatkala menginggal salah seorang yang kafir, maka dia mengatakan: “Wahai Tuhan, sesungguhnya dahulu si fulan mencegahku untuk ta’at kepadaMu dan ta’at RasulMu dan memerintahkanku pada kejelekan dan mencegah dari kebaikan. Dan mengabariku bahwa aku tidak akan menjumpaiMu.” Maka dia mengatakan: “Seburuk-buruk saudara, seburuk-buruk kekasih dan seburuk-buruk sahabat.”

Indahnya Ukhuwah Islamiah
Kiranya cukup menjadi gambaran betapa indahnya ukhuwah islamiah adalah apa yang dialami para sahabat Rasulullah. Dahulu sebelum Islam datang, jazirah Arab dipenuhi permusuhan dan pertumpahan darah. Setelah Islam datang mereka menjadi orang-orang yang bersaudara, yang saling mencintai karena Allah. Allah berfirman,
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Al Imran: 103)
Jelas bahwa kaum muslimin seluruhnya saudara satu dengan yang lainnya, meskipun berbeda-beda warna kulit dan bahasa mereka. Meskipun kampung dan Negara-negara mereka terpencar, Islam telah menyatukan mereka diatas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Jangan Engkau Kotori Ukhuwah
Islam melarang hal-hal yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan diantara kaum muslimin. Allah menyebutkan dalam surat Al Hujurat ayat 10-13 beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga ukhuwah diantara mereka, diantaranya: mendamaikan jika berselisih (ayat 10), tidak saling merendahkan (ayat 11), menghindari mencela dan memberi panggilan yang buruk (ayat 11), tidak su’udzan (ayat 12) dan menghargai perbedaan (ayat 13). Sungguh manusia itu tidak sama satu dengan yang lainnya. Masing-masing diberi kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kadang kala seseorang diberi sifat galak, namun pemurah dan baik hati. Disisi lain ada ‎seseorang yang santun dan pemalu tetapi ternyata kurang amanat dan lainnya. Maka hendaknya kita ‎merenunginya dan berusaha bersikap yang berbaik. Dan hendaknya kita berlomba-lomba dalam ‎kebaikan. Sesungguhnya hanya kebaikan dan ketaqwaanlah yang menjadi tolok ukur derajat manusia ‎disisi Allah.‎ Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

‎”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan ‎dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. ‎Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa ‎diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (al Hujurat: 13)‎
Sungguh indah wasiat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, “Jangan kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu di sini -beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya 3 kali-. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.” [‎HR. Muslim no. 2564‎]
Telah kita sebutkan diatas beberapa hal yang dapat meretakkan ukhuwah diantara kaum muslimin. Disisi lain ada beberapa hal yang seolah-olah diklaim untuk menjaga ukhuwah tetapi sebenarnya “menodai” makna ukhuwah itu sendiri. Diantara hal tersebut yaitu membiarkan saudaranya terjerumus dalam dosa dan kesalahan. Berdalih “menjaga ukhuwah” mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar. Berdalih “menghidari perpecahan” mereka tidak mau mengatakan yang haq dan mendiamkan sesuatu yang batil. Padahal dengan jelas Rasulullah bersabda, Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, dst.. (HR Muslim)
Penutup
Semoga Allah menjadikan kita dan kaum muslimin seluruhnya sebagai orang-orang yang saling bersaudara, saling mencintai dan menyayangi, serta saling menasehati dalam kebaikan dan ketaqwaan. Semoga Allah menjadikan kita dan kaum muslimin semuanya menjadi orang-orang yang berpegang teguh dengan KitabNya dan Sunnah nabiNya, karena hanya dengan hal itulah persatuan kaum muslimin diatas kebenaran akan tercapai. Dan akhirnya hanya kepada Allahlah kita menyerahkan seluruh urusan kita, Dialah yang Maha Mampu atas segala sesuatu. Allah berfirman,
لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. (QS Al Anfal: 63).

Abu Zakariya Sutrisno. Sukoharjo, 2 Agustus 2013.
http://www.ukhuwahislamiah.com